Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

KuJemput Engkau di Sepertiga Malam (3)

Dalam beberapa hari ini aku terus membayangkannya, berharap dialah lelaki yang selama ini aku cari untuk menjadi pendamping hidupku. Kucoba menelusuri jejaknya dari sosial media. Tapi sayangnya, tak ada informasi apapun. Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk mengatakan padanya melalui pesan singkat. “Maaf sebelumnya, saya hanya ingin mengatakan yang sebenarnya, bahwa saya ingin Anda bisa menjadi imam saya” Akhirnya pesan itu pun terkirim kepadanya. Hingga akhirnya 40 menit kemudian ponselku bergetar. Kucoba membuka kunci poselku. Kulihat satu pesan masuk. Tak asing lagi nomor ini adalah balasan dari pesanku tadi. Isi pesannya adalah. “Maaf mba, mungkin mbaknya bisa mencari yang lain, saya sudah ada calon mba.” Aku pun terdiam dan hampir meneteskan air mata. Dalam hati hanya berbisik, “dear Allah, hamba sudah pasrah Ya Allah, hamba nggak tau lagi harus seperti apa, hambamu sangat takut untuk berbuat maksiat. Ya Allah tolong hamba” Kucoba baringkan badan dan sambil beri...

Kujemput Engaku di Sepertiga Malam (2)

 Oleh : Debby Ummul Hidayah Seperti biasa aku terbangun di tengah malam sekitar pukul 03.05 WIB. Namun, saat itu rasa malas benar-benar menggelayuti tubuhku. Tak ingin beranjak dari tempat tidur dan ingin sekali mata ini terpejam kembali. Sejenak aku bayangkan sesuatu yang akhirnya teringat dengan ia. Lelaki itu. Akhirnya aku pun bangun dan beranjak dari tempat tidur kemudian mengambil air wudlu. Kugerakkan badan ini dengan mencoba khusyuk untuk shalat malam. Tak lupa aku berdoa meminta petunjuk-Nya mengenai siapa sosok lelaki itu. Apakah ia lelaki yang selama ini aku cari atau sebaliknya ia hanya untuk mengujiku. Kurang lebih 30 menitan aku pun selesai dari shalat. Lalu aku tertidur kembali. Hingga tak menyadari aku terus membayangkannya. Kubayangkan ia ke rumahku dan mengatakan sesuatu yang sangat istimewa. Tapi hatiku menegurku. “Ukhty, istighfar...tidak seperti itu”, celetuk hatiku. Bibirku pun berucap, “Astaghfirullah hal’adzim”. “Ya Allah maafin hamba...” ...

Kujemput Engkau di Sepertiga Malam (1)

Oleh : Debby Ummul Hidayah             Sore itu, adalah pertemuan pertamaku dengannya. Seorang lelaki muda berparas tampan, idaman setiap cewek-cewek ABG seusianya. Hingga mataku pun tak mau menoleh arah lain selain padanya.             Bagaimanapun juga, setan adalah pihak ketiga yang selalu menjerumuskan manusia ke lembah dosa. Berbisik halus di telingaku sambil merayu, “cakep kan dia?”. Mataku pun tak ingin berkedip melihatnya. Kuperhatikan parasnya yang menawan. Dari mata turun ke hati. Kembali setan merajai hatiku. Membuat diriku bergetar akan ketampanannya. Aku   pun susah untuk melepasnya pergi. Hingga tak kusadari lelaki itu menoleh ke arahku. Kubalikkan badan sambil tertunduk malu. Ingin berlari pergi tapi lagi pakai sepatu high heels . “Duh, gimana ini, jangan ke sini Ya Allah, pliss Ya Allah, cowok itu jangan sampe mendekat”, gumamku. “Maaf...” Terdengar su...

Ada Sepenggal Cinta Di Januari

“Dorrrrrrrr,,,,,,,dorrrrrrrrrrrr.........”, bunyi suara kembang api terdengar melenting ke langit. Nia seorang gadis bisu itu hanya bisa melihat dari jendela rumahnya. Ia ingin sekali bisa melihat kembang api itu secara langsung. Tapi ia tahu, ia tidak akan diperbolehkan oleh neneknya. Sudah 5 tahun Nia tinggal bersama neneknya. Ayahnya sibuk bekerja di luar kota. Hanya setahun sekali saja Beliau pulang saat lebaran. Ibunya sudah meninggal   saat Nia masih berumur 2 tahun. Kini Nia sudah berumur 21 tahun, namun suatu hari kecelakaan membuat dirinya kehilangan suaranya yang sangat merdu.